Mengenang Upacara Militer yang Membekas, Permintaan Terakhir Hotma Sitompoel untuk Dimakamkan Secara Militer

Kepergian pengacara ternama Hotma Sitompoel tidak hanya menyisakan duka mendalam, tetapi juga sebuah permintaan terakhir yang terungkap: dimakamkan melalui upacara militer. Kenangan akan upacara militer yang pernah ia saksikan dan hayati semasa hidupnya, terutama terkait dengan perannya sebagai tim penasihat hukum TNI-Polri, rupanya membekas begitu dalam hingga menjadi permintaannya untuk penghormatan terakhir. Permintaan ini kemudian dipenuhi dalam prosesi pemakamannya yang berlangsung pada hari Selasa, 6 Mei 2025, di San Diego Hills Memorial Park, Karawang. Suasana khidmat upacara militer mengiringi kepergian tokoh hukum tersebut.

Permintaan Hotma Sitompoel untuk dimakamkan melalui upacara militer menunjukkan penghargaannya yang tinggi terhadap nilai-nilai kedisiplinan, kehormatan, dan pengabdian yang melekat pada tradisi militer. Sebagai seseorang yang pernah berkontribusi dalam memberikan nasihat hukum kepada TNI-Polri, ia tentu memiliki pemahaman dan kedekatan tersendiri dengan dunia militer. Keinginannya ini pun menjadi wujud penghormatan balik dari negara atas jasa-jasa dan dedikasinya selama hidupnya. Prosesi upacara militer yang dilaksanakan melibatkan sejumlah personel militer yang memberikan penghormatan sesuai dengan protokoler yang berlaku.

Kenangan akan upacara yang membekas di benak Hotma Sitompoel kemungkinan berasal dari berbagai momen interaksinya dengan institusi TNI-Polri. Sebagai tim penasihat hukum, ia mungkin seringkali menyaksikan atau bahkan terlibat dalam berbagai pemakaman militer resmi. Pengalaman-pengalaman inilah yang kemudian menumbuhkan keinginan agar penghormatan terakhirnya pun dilakukan melalui pemakaman militer. Hal ini disampaikan oleh perwakilan keluarga dalam konferensi pers yang diadakan di rumah duka di Jakarta Selatan pada hari Senin, 5 Mei 2025.

Pelaksanaan upacara militer dalam pemakaman Hotma Sitompoel menjadi simbol penghargaan negara atas kontribusinya. Prosesi yang berlangsung dengan khidmat tersebut disaksikan oleh keluarga, kerabat, kolega, dan sejumlah tokoh penting lainnya. Dentuman salvo dan penghormatan senjata menjadi bagian dari pemakaman militer yang mengiringi jenazah menuju peristirahatan terakhir. Bendera Merah Putih yang menutup peti jenazah diserahkan kepada keluarga sebagai simbol penghormatan tertinggi dari negara.

Dengan dikabulkannya permintaan terakhir untuk dimakamkan melalui upacara militer, Hotma Sitompoel telah mendapatkan penghormatan yang sesuai dengan dedikasi dan kontribusinya. Kenangan akan sosoknya sebagai seorang pengacara kondang dan penghargaannya terhadap nilai-nilai militer akan terus diingat.